HSC

Loading

HSC

Skema Pengiriman barang (berbasis kompetensi BNSP)

Era globalisasi dalam lingkup perdagangan bebas akan membawa dampak ganda dimana di satu sisi memberikan peluang kerja sama yang seluas-luasnya antar negara, dan di sisi lain membawa persaingan yang semakin tajam dan ketat. Oleh karena itu tantangan utama di masa mendatang adalah meningkatkan daya saing dan keunggulan kompetitif di semua sektor industri dan sektor jasa dengan bertumpu pada kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM), kemampuan teknologi dan kemampuan manajemen.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), kemudian Free Trade Agreement (FTA)  tentu saja membawa pengaruh signifikan terhadap ekonomi dan perdagangan diantara negara-negara Mitra Bisnis strategis, baik dalam Perjanjian Perdagangan internasional secara Bilateral maupun Multilateral di  ASEAN dan di Negara Lainnya.  Dunia usaha atau industri dihadapkan pada persaingan perdagangan yang ketat tidak terbatas pada pengembangan produk unggulan, tetapi juga peningkatan kualitas tenaga kerja sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan.

Undang-undang Perdagangan Nomor 7 tahun 2014 pasal 20 menyebutkan bahwa Penyedia Jasa yang bergerak di bidang Perdagangan Jasa wajib didukung tenaga teknis yang kompeten sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kompetensi merupakan suatu ungkapan kualitas SDM yang terbentuk dengan menyatunya tiga hal, yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku.

Dalam pengembangan program sertifikasi kompetensi profesi yang merupakan salah satu sarana strategis dalam meningkatkan daya saing bangsa (National Competitiveness), industri produk dan jasa             diharapkan aktif berpartisipasi untuk mengembangkan kompetensi kerja beserta turunannya dalam dinamika perkembangan teknologi yang sangat cepat. Oleh karena itu, sebagai bentuk peningkatan daya saing di pasar kerja untuk menjawab kebutuhan pengguna jasa, diperlukan penyiapan tenaga kerja dan pelatihan yang berdasarkan pada standar kompetensi. Sertifikasi kompetensi merupakan salah satu bentuk jaminan kompetensi, yang juga berfungsi untuk memberikan pengakuan terhadap tenaga kerja yang telah memenuhi standar kompetensi. Pengakuan kompetensi bertujuan untuk peningkatan daya saing di pasar kerja, mobilitas kerja yang tinggi, terbukanya prospek karir, remunerasi yang lebih baik, serta memudahkan bagi industri untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas.